TEMAN-TEMAN WANIE

Khamis, 24 Februari 2011

- kau mengambil hatiku dan meminjamnya -

Di mana kedua matanya?
Dia tidak mau melihatmu lagi. Kehadiranmu terlalu mengganggu hidupnya. Makanya, ia congkel kedua matanya.
Di mana kedua kupingnya?
Dia tidak mau mendengar suaramu lagi. Dia sudah lelah mendengar beragam alasan ketika ketika kamu meninggalkannya. Dia lelah mendengar kata maaf-mu. Makanya, ia memotong kedua kupingnya.
Mengapa mulutnya dijahit?
Dia tidak mau berkata-kata lagi padamu. Ia lelah memohon padamu untuk kembali ke pelukannya karna kamu masih saja enggan menerima tawarannya untuk menyambut masa depan. Ia jahit mulutnya dengan rasa sakit hatinya.
Lalu bagaimana hidupnya saat ini?
Mengapa kau menanyakannya setelah kamu menyakitinya? Ia kini sekarat.
Bolehkah aku bertemu dengannya?
Jangan pernah memaksakan waktu. Akan ada waktu tersendiri di mana kamu akan dipertemukan dengannya. Tuhan belum mempertemukan kamu dan dia karna memang belum waktunya, karna memang lebih baik kamu tidak perlu menemuinya hanya untuk memuaskan rasa penasaranmu saja!
Tapii…
Oya, aku datang ke sini atas perintah darinya. Maaf, aku harus melakukan hal ini, Lingga..
JLEB!
Mengapa.. mengapa kamu membongkar isi perutku?
Maaf, aku harus mengambil hatimu dan meminjamnya sebentar.
Untuk apa?
Kamu pura-pura bodoh atau memang bodoh, sih? Ia akan menggoreskan namanya pada hatimu agar sedikitpun ada bayangan tentangnya di hatimu!

Dia gak punya otak ya?! Itu namanya pemaksaan!

Lingga, otaknya pun sudah ia keluarkan dari tempurung otaknya. Ia sudah tak mau lagi memikirkan kamu lagi! Dia berharap bahwa kamu akan mendapat giliran untuk meronta-ronta di hadapannya suatu saat!
Tapi, jika hatiku tidak cepat kembali, aku akan mati! Aku bisa kena liver!
Hei, asal kamu tau. Kamu pun sudah seperti orang yang tidak punya hati, Lingga. Kalaupun kamu mati lebih dulu daripadanya, nikmati saja. Buatlah upacara penyambutan yang meriah baginya di akhirat sana. Anggap saja itu adalah waktu yang tepat untuk sebuah pertemuan antara kamu dan dirinya.
Dia begitu membenciku ya?
Menghabiskan waktu dengan memendam kebencian hanya dapat merusak kesehatan, katanya. Dia tidak membencimu, Lingga. Dia hanya salah menilaimu. Ternyata, kecerdasan kognitifmu tidak kongruen dengan kecerdasanmu dalam hal berkomitmen.
Ternyata dugaanku benar. Dia terlambat menyadari akan hal itu.
***

1 ulasan:

  1. cuca sngt2 benda nie..perlu kah aq wat sume tu,??xder telinga???xder mulut??xda mata??wakakaka

    BalasPadam

terima kasih sudi comment..syg kamu..
muaahhh..lalalala

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...